Masih lekat di ingatan kami, ketika peluncuran Mercedes-Benz GLE di Jakarta, beberapa bulan lalu. Saat itu pihak Mercedes-Benz Indonesia menyebut akan lebih gencar merilis mobil-mobil jenis SUV untuk pasar Indonesia. Pandangan Mercedes-Benz tentu bukan tanpa dasar. Sebagai pabrikan yang bermain di segmen premium dengan pasar lebih eksklusif di banding pabrikan asal Jepang, tentu ada alasan kuat mengapa Mercedes-Benz Indonesia berani memprediksi tren tersebut akan menggeliat di Industri otomotif Indonesia.

Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 lalu, Honda Prospect Motor sebagai salah satu pabrikan besar di Indonesia juga merilis Low MPV teranyar mereka, Honda BR-V. Mobil yang dirancang spesifik dengan membaca kebutuhan pasar Indonesia tersebut merupakan indikasi kuat bahwa memang terjadi pergeseran minat dari ke segmen SUV.

Sebelumnya, pasar mobil Indonesia diramaikan oleh jenis mobil keluarga, mobil multifungsi yang disebut Low MPV (Low Multi Purpose Vehicle). Kelas yang diramaikan hampir oleh semua pabrikan besar Tanah Air ini menawarkan kapabilitas angkut penumpang yang tinggi dengan kehematan bahan bakar.

Pergeseran minat pun terjadi, ketika mobil berdaya angkut banyak, bukan hanya dibutuhkan oleh masyarakat perkotaan, melainkan juga di daerah. Kontur jalan di daerah-daerah pedalaman Indonesia yang beragam, menuntut mobil yang memiliki tak hanya kapasitas angkut mumpuni, namun juga daya jelajah yang lebih tinggi. Alhasil komposisi SUV pun jawabannya.

Kelas Compact SUV, adalah yang pertama mengikutinya. Peluncuran Honda HR-V mengikuti Nissan Juke, Ford Ecosport, hingga Chevrolet Trax, adalah upaya para pabrikan untuk menghadirkan mobil dengan ground clearance tinggi.

Namun, itu saja belum cukup. Tuntutan akan mobil yang memiliki daya angkut penumpang yang banyak, juga muncul. Alhasil, Honda berinovasi dengan merancang ulang Honda Mobilio, menjadi BR-V.

Sosok mobil dengan daya angkut bak MPV, namun memiliki kemampuan jelajah mendekati SUV, adalah jargonnya. Lain lagi dengan strategi yang digunakan Mitsubishi, pertama mereka merilis Delica D:5. High MPV dengan campuran DNA SUV. Alhasil Delica yang tampil sebagai MPV dengan kabin super lapang pun memiliki daya jelajah tinggi.

Strategi inipun diterapkan pada mobil Low MPV Mitsubishi berikutnya, yang akan segera meramaikan pasar mobil Indonesia. Mobil yang sementara memiliki nama AR-Concept itu digadang punya DNA khas SUV dengan ground clearance tinggi.

Kebutuhan masyarakat, selalu menjadi pertanyaan dasar bagi para Agen Pemegang Merek untuk merilis mobil-mobil di Tanah Air. Begitupun dengan tren di pasar otomotif, minat masyarakat, menjadi penentunya. Tahun 2016, adalah permulaan bagi berkembangnya tren SUV, jadi jangan heran jika ke depannya, akan makin banyak SUV berbagai level mulai dari Low SUV, Compact SUV, Medium SUV, Big SUV hingga Luxury SUV, berseliweran di seluruh Indonesia.

Sumber :

mobil Indonesia (https://www.oto.com)

Low MPV teranyar mereka, Honda BR-V (https://www.oto.com/mobil-baru/honda/br-v)

Baca juga artikel terbaru saya :

Silahkan Komentar Di Bawah Ini