image

Demo taksi kemarin (22/3) mematik reaksi keras dari masyarakat karena dipicu aksi anarkis yang dilakukan beberapa sopir taksi Blue Bird, bahkan beberapa oknum bahkan merusak dan menghadang sesama taksi yang sedang melayani penumpang.

Pada kesempatan lain pihak managemen Taksi Blue Bird tidak tahu menahu tentang demo tersebut bahkan pihak managemen mengeluarkan surat edaran yang berisi :

Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono menyampaikan imbauan terkait demo besar-besaran sopir angkutan hari ini. Dia mengimbau agar para sopir tidak ikut berdemo dan beroperasi seperti biasa.

Dalam pengumuman yang diterima detikcom, ada 5 poin yang disampaikan Adrianto. Salah satunya, Blue Bird tidak bertanggung jawab terhadap aksi demo tersebut.

Berikut 5 poinnya:

1. Perusahaan mengimbau untuk “TIDAK” ikut berdemo dan pengemudi agar beroperasi seperti biasa.

2. Pengemudi agar menghindari wilayah: depan kantor Kemeninfo, Kemenhub, Istana Presiden, dan DPR.

3. Pengemudi yang mobilnya terkena imbas demo tersebut (penyok, pecah, dll) akan dibebaskan dari klaim.

4. Pengemudi yang distop oleh pendemo untuk bergabung saat membawa tamu, maka wajib mengutamakan keselamatan dan kenyamanan tamu sampai dengan selesai.

5. Perusahaan “TIDAK” bertanggung jawab terhadap aksi demo tersebut, aksi ini adalah aspirasi murni pengemudi yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat se-Jadetabek.

Dikeluarkan: Jakarta
Pada Tanggal: 20 Maret 2016

Adrianto Djokosoetono

Vice President Operation Blue Bird Group Maria Lihawa juga memastikan armada Blue Bird tetap beroperasi normal melayani penumpang.

Bahkan di facebook banyak beredar sosok pria dengan baju taksi Blue Bird dengan memegang senjata tajam yang mana foto tersebut beredar ramai saat demo kemarin berlangsung

image

“Imbauan kami tetap mengutamakan keselamatan tamu. Antarkan tamu sampai tujuan,” ujarnya saat dihubungi detikcom lewat telepon.

Baca artikel lainnya :

Kontak admin :

WA – 081554492800

BBM – 5C7CCDAB

Silahkan Komentar Di Bawah Ini