Beberapa waktu lalu, Alhamdulillah Otobalancing mendapatkan kesempatan untuk menjajal langsung impresi dan review dalam daily vlog Honda Supra GTR 150 dimana seperti biasa, OB ucapkan terima kasih kepada PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM) main dealer sepeda motor Honda wilayah Jatim da NTT yang telah memberikan kesempatan ini.

Nah seperti yang terlihat, Supra GTR 150 ini memiliki DNA touring dan cocok memenuhi kebutuhan petualang, mesin yang segenerasi dengan All New CB150R, All New CBR 150R dan Sonic 150R ini dengan teknologi DOHC, 6 kecepatan dengan power sebesar yakni 11,6 kw (15,9PS) pada 9000rpm, dan meski bertenaga besar namun tetap hemat bahan bakar dimana konsumsi perliter mencapai 42,20 km/liter (UERO3) dan 47,41 km/liter (UERO2).

Secara desain motor ini memiliki lekukan yang tajam, garis-garis patah, apalagi melihat bagian headlamp yang sudah memakai LED dengan desain mirip dengan lampu Honda All New CB150R, sedangkan untuk panel instrumen merupakan kombinasi antara analog dan digital.

Ergonomi

OB mempunyai tinggi 168 cm dengan berat 75 kg membuat kaki masih agak jinjit sedangkan posisi stang sudah lumayan nyaman tidak menunduk dan tidak terlalu tegak, bahkan istri OB yang juga test ride mengatakan nyaman meski kaki menjinjit ke tanah, untuk JOK, OB tidak mengatakan empuk atau keras, hanya kurang empuk saja, namun OB belum pernah menjelajah rute jauh dengan motor ini hanya riding sekitar kota sehingga belum merasakan bagaimana rasanya berkendara jarak jauh dengan motor ini.

Suspensi

Lumayan keras dan untuk hal ini OB sangat maklum, karena kalo terlalu empuk maka bisa membuat motor tidak stabil di kecepatan tinggi, meski Supra GTR 150 ini merupakan bebek namun ingat loh, mesinnya satu generasi dengan 2 motor sport dan 1 ayam jago Honda loh, 6 kecepatan lagi.

Untuk suspensi depan menggunakan teleskopik berdiameter 31 mm, dan jarak main sok 90mm, ya memang lumanyan keras namun dengan jarak main yang lebar makan redaman akan lebih luas, sedangkan suspensi belakang mengadopsi monosok, masih sama dengan Sonic dan NMP yang menggunakan sistem konvensional dengan hanya di las namun dengan kondisi perpaduan depan dan belakang ini membuat stabil saat melibas jalan rusak dan hampir tidak ada gejala goyang.

Pengereman

Cakram depan menggunakan diameter 256 mm sedangkan belakang 220 mm, kalo dibilang pakem atau gak, justru OB merasakan kepakeman baik dari sisi depan dan belakakang, apalagi dikombinasikan, wahh….perpaduan yang sangat nyaman dan aman.

Performa

Kalo untuk performa OB merasakan aura 3 motor lainnya yang kebetulan sudah pernah OB test ride, namun perbedaannya, di gear belakang Supra GTR menggunakan final gear 44:15, dan hal ini sangat terasa memang saat membuka gas, namun sayangnya hanya di dalam kota saja, dimana OB sangat jarang menggunakan gigi 5 dan 6.

Ban

Untuk bannya sendiri OB sangat terpukau, selain memiliki pelek yang lebar dan menggunakan ban depan 90/80-17 (1,85 x 17), dan ban belakang menggunakan ukuran 120/70 (350 x 17).

Dan pada sesi test ride kemarin sengaja OB menggandeng istri, karena selain istri sukan dan penasaran dengan motor kopling manual namun sayangnya kebanyakan adalah motor sport sehingga membuat kaki istri tidak dapat menapak dengan baik, namun saat OB membawa pulang Honda Supra GTR 150 ini, langsung saja isti meminta belajar gimana mengendarai Supra GTR 150 ini.

Penasaran….nah OB telah merangkum dalam bentuk video brosis, jadi silahkan ditontong, jangan lupa LIKE dan SUBCRIBE channel saya (Priyo Motovlog) dan terima kasih telah menonton.

1 KOMENTAR

Silahkan Komentar Di Bawah Ini