Jumpa lagi pembaca otobalancing, Alhamdulillah selama seminggu ini saya telah diberikan kesempatan oleh PT. Benelli Perkasa Motor sebagai main dealer sepeda motor Benelli wilayah Jatim untuk menjajal produk Sport Naked Benelli TNT (Tornado) 250, sejak hari pertama test ride yang telah saya rangkum dalam beberapa artikel, dan hari ini jam 07:00 saya telah mengembalikan motor Benelli TNT 250 ke Main dealer Benelli di Jl. Kranggan 100 Surabaya, dan artikel yang tersisa adalah tentang pertanyaan-pertanyaan dari berbagai sumber yang sejak hari pertama sampai kemarin.

Tanpa basa basi saya akan langsung menyebutkan pertanyaannya sekaligus jawabannya.

Benelli itu merek motor apa?

Benelli berdiri pada tahun 1911 di Pesaro, Italia yang merupakan salah satu produsen sepeda motor tertua di dunia. Pada awalnya adalah bengkel yang didirikan oleh seorang wanita bernama Teresa Benelli untuk ke-6 anaknya agar mendapatkan pekerjaan tetap. Hingga akhirnya bengkel yang didirikan tersebut semakin berkembang dan menjadi pabrikan otomotif yang cukup terkenal di dunia. Benelli sebenarnya lebih aktif bermain pada pasar otomotif dengan mesin berkapasitas besar atau moge. Sehingga produk-produk yang diciptakan memang diperuntukkan untuk memecah dominasi moge asal pabrikan kompetitor lainnya baik itu berasal dari Italia, Jepang ataupun negara lainnya.

Motor Benelli didatangkan dan dirakit langsung dari Italian ke Indonesia atau bagaimana?

Ketika anda bertanya apakah Benelli masih dapat dilihat sebagai merek Italia? Ya itu benar adanya, meski Qianjiang, kelompok Cina yang memiliki Benelli, merupakan salah satu produsen sepeda motor terbesar di Cina. Manufaktur tersebut berhasil memproduksi lebih dari satu juta sepeda setahun. untuk merek Benelli sendiri mengambil porsi produksi sekitar 50.000 unit.

“Warisan Benelli adalah sangat penting dan itu masih merupakan merek Italia”

Semua tentang penelitian, desain dan pengembangan di Italia sedangkan di Cina hanya memproduksi produk, konsep Benelli masih akan dibangun di Italia. Semua teknologi sepeda motor baru datang dari Eropa, terutama Italia, karena mereka memiliki lebih banyak kreativitas dari Cina, tapi Cina sangat baik di manufaktur/produksi, Benelli bisa mensejajarkan dengan motor kualitas Jepang ketika datang ke kualitas.

Bagaimana penilaian tentang Benelli TNT 250 jika dilihat sekilas?

Dari segi tampilan mungkin menurut saya itu kembali lagi ke selera masing2, kalo saya pribadi sih sebenernya lebih suka dengan tampilan ER6N karena motor ini mirip-mirip sama moge 600cc itu. Tapi kalau dari segi fitur2 yg di dapat…wah ini motor sih worth to buy banget, selain itu harganya jauh banget dari ER6N, 55jt OTR Sby.

Bagaimana dengan tenaganya?

Mungkin ada beberapa orang yg berpendapat ini motor kurang bertenaga, malah saya membaca di salah satu blog bahkan ada yg bilang kalo bisa di ayamin sama motor kelasan 150cc.

Kalau menurut saya kurang galak memang iyah, tapi kalo kurang bertenaga weits nanti dulu bro. Karena mesin TNT 250 ini memiliki spesifikasi diameter bore 61mm dan panjang stroke 42,7 mm, sehingga mesin ini masuk dalam kategori bore engine. Mungkin ada beberapa yg bertanya apa itu bore engine. Bore engine adalah mesin yg dimana ukuran bore nya (diameter piston) lebih besar dibanding dengan panjang strokenya (langkah kruk ass). Karakter mesin seperti ini memiliki torsi rendah, tetapi cukup galak di RPM atas (seberapa galaknya banyak faktor penunjang lain, seperti lobang port, ukuran klep, durasi camshaft dll).

Nah yg saya rasakan dia (tnt 250) baru galak lewat dari rpm 6000. Jadi kalo udah lewat dari rpm 6000 ngarep ajah dah motor kelas 150 cc mau ayam2in. Saya ngerasain dalam kondisi standar semua loh… (knalpot bawaan pabrik). Jadi ini motor emang smooth acceleration. Tapi kalo agan coba buat jalan jauh dan panjang, asli enak bgt.

Wow…remnya Double Cakram, bagaimana performanya?

Kembali lagi saya pernah membaca di salah satu blog juga yg mengatakan kalo pengeremannya kurang pakem. Saya ada sedikit ralat disini. Kalo menurut saya remnya bukan kurang pakem, tetapi rada jauh (tuas rem harus di tarik rada dalam untuk mendapatkan titik pengereman). Kalo menurut saya sih ini mungkin disebabkan oleh perbandingan antara master rem atas dengan kaliper rem bawah yg kurang pas. Buat yg kurang paham saya jelasin sedikit yah. Sistem kerja rem motor itu menganut sistem hidrolik, dimana minyak rem bekerja sebagai penyalur tekanan utama. Sementara master rem atas (yg kita tarik pake tangan kanan) itu bekerja mendorong minyak rem agar piston master rem bawah (yg nempel dengan shock depan) keluar untuk menekan kampas rem sehingga bergesekan dengan disk brake. Jadi kalau master rem atas lebih kecil dibanding master rem bawah, efeknya seperti yg terjadi di tnt 250. Ini bisa di akalin dengan cara mengganti master rem atas dengan ukuran yg lebih besar.

Btw itu baru prediksi saya ajah lho, mungkin juga ada faktor2 lain tapi menurut saya sih cukup kok rem depannya, lagian juga kalo kepakeman entar yg ada bahaya, bisa ngebuang ban depannya gara2 ngesot.

Lanjut ke sektor rem belakang. Nah yg ini sih saya acungin jempol. Rem belakangnya pakem banget. Jadi kayanya saya ga usah bahas nih masalah rem belakang, karena menurut saya udah ok.

Bagaimana  dengan redaman suspensinya?

Motor ini menggunakan suspensi yg menurut saya Wow… Di lini depan dia menggunakan upside down fork dengan fitur adjustable rebound, dan di lini belakang menggunakan monoshock yg dipersenjatai dengan adjustable spring tension dan adjustable rebound dampening.

Awal mula saya bergaya riding santai sambil merasakan tingkat kenyamanan motor ini posisi ridingnya enak bener bro ga ada pegel2nya dikit juga mungkin karena design ergonominya yang pas untuk daily use secara ini tipkal motor touring.

Bagaimana dengan ban yang lebar dan joknya, apakah panas di pantat?

Karena ban bawaan motor ini menggunakan merk SWALLOW, yg dimana banyak yang kurang percaya dengan merk ini, bahkan sudah terkenal di kalangan rider kalo merk itu licin, tapi gak berlaku buat saya krn bagaimanapun gak mungkin harus ganti ban dulu dengan ban bagus, jadi harus memaksimalkan yg ada.

Ok…Saya memutuskan untuk mengurangi tekanan angin ban depan dan belakang. Emang rada kempes sih jadinya, tapi cari aman ajah dikit.

Untuk suspensi, saya memutuskan untuk menggunakan stelan shock bawaan pabrik dulu. Sesampainya di SCTV, saya langsung tes 2 lap mumpung ban udah panas. Karena menurut saya suspensinya masih terlalu empuk, maka saya berhenti sejenak untuk melakukan penyetelan shock depan dan belakang. Setelah menurut saya stelannya cukup pas, maka saya lanjut lagi tes 2 lap. Dan hasilnya adalah…, gila bro suspensi dan handlingnya ok bgt walaupun dibawa agresif.

Bahan bakarnya memakai apa dan konsumsi bensinya berapa?

Jangan di isi pake bensin PREMIUM yah… Karena Spek mesinnya kompresinya rada tinggi. Jadi minimal Pertamax atau Shell Super, kalo mau lebih bagus pake Pertamax Plus atau Shell V-Power, konsumsi bensinnya antara 36-38 km/liter

Sekian dulu yah dari ane. Sekali lagi mohon maaf kalo ada kata2 yg tidak berkenan.

Artikel terkait :

 

1 KOMENTAR

  1. Thanks for every other informative website. The place else could I get that type of information written in such an ideal way? I have a challenge that I am simply now operating on, and I’ve been on the glance out for such info.

Bagaimana Tanggapan Anda :