Tidak bisa dipungkiri jika motor MotoGP dibangun berdasarkan riset dan masukan dari beberapa aspek namun yang paling besar ya dari pembalap, maka dari itu disamping ada pembalap utama juga ada pembalap test rider, Suzuki di ajang MotoGP di musim 2017 ini tidak seperti musim yang lalu, saat masih diperkuat oleh Vinales Suzuki selalu menyodok di 10 besar di hampir semua seri, sampai2 saat itu Vinales didapuk menjadi si kuda hitam.

Perpindahan pembalap di musim 2017 dimana Iannone datang menggantikan Vinales yang hijrah ke Yamaha ternyata bukan malah membuat Suzuki makin gahar performanya, bukan karena pembalapnya yang gak cepat namun lebih kepada faktor motor, namun bagaimanapun Suzuki juga gak sepenuhnya salah karena motor dibangun dari semua aspek, ya yang paling berpengaruh ya aspek pembalap.

Suzuki sempat melakukan tes di Sirkuit Brno pada pertengahan Agustus 2017 demi mencari solusi atas masalah tersebut. Hasil tes tersebut menunjukkan mesin motor Suzuki GSx-RR versi 2016 jauh lebih baik ketimbang yang dipakai Iannone dan Rins saat ini, namun sayangnya mesin 2016 tidak bisa digunakan di 2017 karena regulasi.

Ini tanggapan Iannone :

“Saya menderita karena ban belakang spin sangat parah. Akibatnya, kami kesulitan mengurangi kecepatan pada titik pengereman. Pada fase awal lomba saat bahan bakar masih penuh, akselerasi motor juga kurang bagus meski ada peningkatan setelah lima atau enam lap,” kata Iannone seperti dikutip dari Crash.

“Selain itu, saya juga bermasalah dengan rem depan sejak awal. Saat menuju tikungan motor tak melambat sehingga saya selalu tiba di tikungan dengan kecepatan tinggi. Hal ini sangat aneh. Sangat penting bagi kami untuk memahami dengan baik situasi ini. Saya berharap kami bisa meningkatkan performa motor pada balapan berikutnya,” ujar Iannone.

Lah kalo dah kayak gini Suzuki bakalan melakoni sisa race dengan keprasahan masbro dan berharap perbaikan di musim 2018 bakalan menjawab kegagalan performa Suzuki.

Silahkan Komentar Di Bawah Ini