Masih ingat lagu dari Bang Iwan Fals yang berjudul “Umar Bakri” yang menceritakan perjuangan seorang guru, nah kisah ini mirip mirip seperti itu, namun Bapak Guru ini sangat beruntung mempunyai murid-murid yang telah sukses bahkan banyak yang menjadi pengusaha, kisah ini diceritakan di sebuah aku fb yang bernama Bhanu Sang Bhadrika, dimana Pak Harjo adalah mantang guru di SMA Kolese De Britto, Sleman, Yogyakarta yang melelang motor butut Suzuki FR70 yang laku terjual hingga Rp 37 juta di pelelangan jadi viral di dunia maya.

Namun tak disangka jika pembelinya merupakan mantan siswanya yang saat ini telah sukses.

“Pemenang lelang adalah bekas muridnya sendiri di SMA Kolese De Britto… Sore ini tadi penyerahannya, di sebuah cafe yang dihadiri para pengusaha-pengusaha sukses yang juga bekas muridnya sendiri,” tulis Bhanu, diakses Senin (6/6/2016).

Penawaran tertinggi dalam lelang itu sebetulnya hanya Rp 15 juta. Namun, karena bekas muridnya banyak yang turut menyumbang, terkumpul lah uang lebih dari Rp 37 juta.

Pak Harjo merasa kaget dengan penawaran tersebut “Uang Rp 37 juta ini, seperti dapat lotre saja. Saya tidak menyangka motor butut saya bisa laku setinggi ini,” ujar Pak Harjo.

Tapi dasar anak didik pak Harjo di SMA Kolese De Britto
Yang kalah lelang, nggak terima! Pokoknya mereka semua harus menang.

Lalu caranya?

Mereka maksa untuk ikut menyumbang uang meski nggak dapat motornya! Alhasil, harga lelang motor Pak Harjo bukan 15 juta lagi tapi tembus angka 30 juta lebih!

Edan, kan?
Tapi ya itulah cara anak SMA Kolese De Britto , Meski mereka nggak ikut lelang dan urun uang, Cara De Britto merayakan kemanusiaan dan kenangan terhadap SMA dan guru tercinta.

Dan yang istimewa pak Harjo tidak mengambil uang itu semua, Semua tahu Pak Harjo sedang butuh uang. Semua tahu uang sebesar 37 juta bisa sungguh sangat berarti di usia tuanya yang sudah tidak bekerja. Mungkin untuk perbaikan rumah, juga untuk biaya kesehatan di usianya yang makin renta. Tapi Pak Harjo, tak ambil semua uangnya. Ia hanya ambil sebutuhnya. Ia hanya mengambil secukupnya. Ia hanya mengambil sedikit saja. Sebagian besar ia sumbangkan ke orang lain.

“Maka dari itu, saya akan sumbangkan dari dana ini. Rp 10 juta untuk yayasan panti asuhan …, Rp 10 juta lainnya untuk yayasan panti asuhan di daerah …. Sisanya sebagian untuk gereja dan sisanya lagi baru untuk saya,” lanjut Harjo.

Baca artikel lainnya :

Bagaimana Tanggapan Anda :