Hallo pembaca…

Tudingan KPPU dengan menyebut dua pabrikan otomotif roda dua dengan melakukan kongkalikong atas harga skutik memunculkan spekulasi yang membuat publik tercengan, hal ini juga menjadi pertanyaan mengapa baru saat ini diperdebatkan, apakah ada maksud dibelakang penudingan dua pabrikan ini, mari kita lihat.

Otobalancing agak telat sebenarnya mengetahui hal ini, maklum blog ini masih dalam masa transisi dari blog lama ke blog baru yang sudah .com, dan kemudian OB mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi menurut beberapa teman yang juga mendengar berita ini, baik melalui FB dan diskusi sambil ngopi bareng.

Sebagaimana telah disebutkan di atas jika Astra Honda Motor dituding melakukan kerja sama kartel dengan Yamaha Indonesia terhadap harga sepeda motor skutik. Tudingan ini sebelumnya datang dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), mereka menduga, Honda, dan juga Yamaha, mendongkrak harga sepeda motor skutik menjadi tergolong mahal dibanding harga produksinya, yakni mulai dari Rp 15 jutaan.

Meski pihak Honda membantah hal tersebut namun tudingan ini berujung pada pemeriksaan dan dalam tahap menuju persidangan namun demikian pihak AHM mengaku akan tetap mengikuti tahapan hukum tersebut, sebelumnya, menurut KPPU, harga produksi skutik Honda sebenarnya berada di angka Rp 7 juta-Rp 8 juta. Namun, harga jual (untuk sejumlah model) menjadi Rp 15 juta dan dinilai terlampau mahal.

KPPU pun curiga bahwa Honda dan Yamaha bekerja sama agar mendorong harga jual skutik menjadi berada di level tersebut.

Bagaimana dengan Yamaha? Diartikel selanjutnya akan kita bahas.

Silahkan Komentar Di Bawah Ini