Sejak tahun lalu line up motor sport Honda tidak lagi didominasi oleh motor 150cc dan 250 cc, kemunculan 7 model big bike, meliputi Honda CBR1000RR Fireblade SP, NM4 Vultus, CBR 650 F, CB 650 F ABS, CB 500 X ABS, CB 500 F, dan CBR 500R membuat konsumen juga melirik pasar ini, hal ini terbukti dengan penjualan Big Bike Honda dalam setahun ini mencapai 200 lebih, tentu ini merupakan angka yang istimewa mengingat harga yang ditawarkan masih sangat tinggi.

Jika memang pasar Big Bike ini sudah mulai terlihat, mengapa produksi Big Bike tidak dilaksanakan di Indonesia seperti varian motor Honda lainnya, kan bisa menekan harga jual? Berikut penjelasannya.

Meski Honda memiliki pabrik  yang berlokasi di Karawang dan Sunter, namun AHM masih enggan untuk merakit atau memproduksinya secara lokal, menanggapi itu, Margono Tanuwijaya selaku Direktur Marketing PT Astra Honda Motor beralasan, salah satu penyebabnya yakni ketidaksesuaian regulasi yang berlaku saat ini. Standar emisi Indonesia masih berada jauh dari yang digunakan secara global.

“Kalau di Thailand itu kan sudah Euro 5, sedangkan di Indonesia masih Euro 3. Standar emisi Thailand sudah sama dengan Eropa. Untuk bisa memproduksi, regulasinya harus mendukung juga,” ungkapnya.

Disamping itu, kebijakan pemerintah mengenai pajak juga dianggap cukup memberatkan. Soalnya, motor besar yang diproduksi tak hanya ditujukan untuk pasar domestik, tapi juga global.

Beban pajak barang mewah (PPNBM) masih menjadi faktor AHM tidak bisa menekan harga jual.

 

Bagaimana Tanggapan Anda :