Baru Bisa Mengendarai Mobil, Bu Guru Tabrak Muridnya Sendiri Di Gerbang Sekolah MTsN Magetan

Diposting pada

Otobalancing.net – Kejadian yang patut menjadi sebuah pelajaran berharga masbro, dimana seorang siswi SLTA bernama Mentari Anggi kelas VII sekolah MTsN Takeran  Magetan, Jawa Timur ini ditabrak mobil Avanza bernopol AE 1522 NH yang tak lain drivernya adalah gurunya sendiri yang bernama Wiwik Rusmiati guru MTsN Takeran, tak ayal kejadian ini menjadi sebuah duka yang mendalam bagi sekolah MTsN Takeran  Magetan ini.

Kejadian tragis bermula saat korban sedang berdiri di samping kiri depan pintu keluar sekolah menunggu jemputan orang tuanya, pada saat bersamaan mobil Avanza bu guru tiba2 oleng ke kiri dan menabrak korban, korban sendiri meninggal dikarenakan terhimpit oleh badan mobil dan tiang beton baleho sehingga tewas seketika, sementara mobil Avanza milik Wiwik Rusmiati mengalami rusak di bagian bemper sebelah kiri dan dasboard.

“Saat belok, posisi mobil terlalu ke kiri, kemudian mundur. Namun saat maju lagi, pengemudi kehilangan kendali dan menabrak korban. Murni karena faktor human error,” kata Kanit Lantas Polres Magetan Ipda Yudi Wiyanto.

Kejadian ini patut menjadi perhatian pasalnya bu guru tersebut di sebutkan baru bisa mengemudikan mobil dan masih belum mahir, hal ini bisa dikarenakan karena gugup sehingga perhitungan driver menjadi buyar karena kurang menguasai…yang menjadi keheranan adalah bagaimana dia bisa mendapatkan SIM A jika mengendarai mobil masih belum mahir, padahal dalam ujian test SIM A ada beberapa ujian yang mengharuskan skill driver sudah harus mahir dan menguasai kendaraan.

Meski telah berdamai kepada keluarga korban namun hukuman penjara karena kelalaian mesti ditegakkan, karena sudah menghilangkan nyawa manuasia,

Seperti tertera dalam Pasal 235 UULLAJ :
“Bahwa jika korban meninggal dunia akibat Kecelakaan Lalu Lintas baik kecelakaan lalu lintas ringan, sedang maupun berat, pihak yang menyebabkan kecelakaan wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana.”

Sumber : Madiun News

Artikel Terkait :

Silahkan dibaca artikel terbaru lainnya :

Monggo Komentarnya Kangbro :