Review Brica Bpro5 AE-1 Seri Terbaru 4K, Kok Gak Ada Istimewanya…!!!

Diposting pada

Otobalancing.net – Diam2 Brica meluncurkan sebuah action cam yang merupakan versi pembaharuan dari Bpro5 AE-1 yang kini sudah ada tulisan 4K nya, masih tetap dibandrol dibawah 1 juta secara fisik jika dilihat dari luar kamera ini tidak banyak ubahan, hanya ada tulisan 4K dan layar yang lebih lebar yaitu 2 inchi di belakang, namun siapa sangka perbedaan besar itu ada di bagian dalam kamera ini yang saya rasa kok makin menurun kualitasnya namun di beberapa sisi ada beberapa kelebihannya, oke mari kita bahas bersama2.

Namun sebelum membaca review ini, bagi anda yang belum mengetahui bagaimana memilih kamera yang rekomended untuk motovlog silahkan anda klik di bawah ini :

Kamera rekomended dan rekomended untuk motovlog

Saat melihat kamera ini pertama kali saya sedikit gembira karena ternyata Brica telah mengupdate AE-1 dari segi kualitas video, hal ini bisa dilihat saat melihat tulisan 4K di depan kamera dan layar yang lebih besar (2 inchi) dari versi terdahulu, meski sebenarnya agak ragu juga apakah ini memang real 4K atau hanya sebuah pemikat untuk konsumen membeli kamera ini karena secara default kamera ini ternyata tersetting di resolusi 1080 saja.

Untuk kelengkapan aksesoris tidak banyak berubah bahkan boxnya pun juga terlihat sama dengan versi sebelumnya, dan ini bagus jika anda merupakan konsumen yang gak mau ribet untuk membeli secara terpisah aksesorisnya seperti Xiaomi yang harganya terpaut beberapa ratus ribu di atas kamera AE-1, saat membuka watercasenya ada sesuatu yang membuat saya tercengang dimana saat ini lensanya tidak lagi cembung seperti versi sebelumnya dimana kesannya kok kayak action cam murah seperti Bcare X-1, X2 dan kogan 1080 serta action cam murah lainnya.

Menyalakan AE-1 4K masih sama dengan versi sebelumnya dimana tinggal menekan tombol power didepan selama 2-3 detik dan kemudian menyala, mata terpaku dengan paparan menu yang ada dimana lagi2 saya kecewa karena tampilannya sama sekali berubah dari AE-1 generasi yang lama, bahkan untuk melihat hasil record video dan foto anda kudu menekan tombol volume ke atas untuk bisa masuk di menu media…lagi2 saya sepintas melihat sama dengan menu kamera murah.

Jujur gak sabar sebenarnya pengen membongkar kamera ini karena kebetulan juga ada Bpro5 AE-1 versi lama di meja saya yang mana milik salah satu konsumen modif mic eksternal saya, setelah semua casing dan layar terlepas, saya kemudian full melepas semua bagian hingga tersisa mesinnya saja, dan bisa anda lihat ternyata banyak sekali perbedaan antara versi AE-1 lama dan baru (lihat di gambar).

Ada beberapa hal yang ingin saya kritisi untuk Bpro5 AE-1 ini antara lain :

1. Antena wifi berubah total

Ya jelas terlihat kalo antena wifi AE1 4K terbaru ini terlihat murahan, kayak antena kogan 1080 wifi bahkan seperti kamera murah macam sbox, XDV dan merek2 dibawah harga 600rb, namun meski begitu ternyata perubahan ini tidak membuat perubahan dengan sering crashnya koneksi saat dikoneksikan di hp.

2. Mesin terlihat sama dengan kamera murah

Untuk ini saya tidak koment apapun, silahkan melihat fotonya saja dan anda bandingkan.

3. Suara lebih jelek dari versi sebelumnya

Nah ini yang saya kecewakan masbro, dimana saya mencoba untuk memodif kamera ini dengan mic eksternal dan kemudian mencobanya, alhasil untuk kualitas mic eksternalnya agak mengecewakan saya terutama di sensifitasnya, karakternya seperti AE2 namun memang gak separah AE2, seharusnya Brica tetap mempertahankan IC suara AE-1 yang lama karena sudah bagus dan pas, sedangkan AE-1 4K lebih terlalu sensitif, padahal mic yang saya pakai juga saya pakai di banyak kamera terutama di Bpro5 Alpha Plus dan hasilnya bagus dan AE-1 generasi lama.

4. Format video masih sama (MOV)

Ini yang aku gak suka dari kamera ini, embel2 resolusinya sudah 4K eh malah ekstensi video masih MOV, kayak pincang gitu rasanya, padahal seharusnya dengan perkembangan teknologi saat ini yang mana publisitas untuk smartphone seharusnya sudah mendukung eketensi Mp4 agar lebih memudahkan pengguna untuk tidak konvert MOV ke MP4 lagi.

5. Kualitas video ada peningkatan

Kalo kualitas video saya akui ada perbedaan lumayan dengan versi sebelumnya dimana yang saat ini lebih lumayan cerah untuk kondisi minim cahaya, sensornya juga lebih responsif dalam merespone perubahan cahaya, untuk foto juga lumayan.

Disini saya gak banyak komentar karena anda sudah bisa menilai sendiri dari bentuk video dan foto yang telah ada di artikel ini dan tidak ada maksud untuk menjelekkan sebuah merek karena saya menilai dari sebuah subjektif dimana nantinya produk Brica juga akan dipakai oleh banyak orang sehingga saya merasa perlu untuk memberikan opini dan penilaian atas produk ini agar anda dapat lebih pintar dalam membeli sebuah kamera action yang cocok untuk anda pakai baik dalam kebutuhan Vlog dan Motovlog.

Mengapa brica cenderung sekarang mengalami kemunduran inovasi produk ya…!!! padahal di awal dulu saya penggemar berat merek ini sebagai seorang pemula.

Contoh suara Bpro AE-1 generasi 1 :

Contoh suara Bpro5 Alpha Plus :

TAMPILAN MENU :

TAMPILAN MESIN :

Gambar Gravatar
Terima kasih sudah sudi menyambangi blog sederhana ini, saran dan kritiknya untuk kemajuan blog ini kedepannya sangat kami harapkan dan apabila ada kekeliruan sebelumnya saya meminta maaf.

6 thoughts on “Review Brica Bpro5 AE-1 Seri Terbaru 4K, Kok Gak Ada Istimewanya…!!!

  1. Gan ane punya tipe diatas.. B-pro5 yang versi 4K. untuk IC suaranya bisa diganti ga pake IC yang B-pro AE 1.. ??

  2. Wah.. Nyesel saya belinya… Baru beli semalam wkwkwkwkwkk.. Kalau beli mic eksternal di online shop yg pakai socket mini USB bisa ga ya mas dipakein ke b-pro saya? ?

      1. Ok gan sangat bermanfaat sekali infonya.. Saya suka gan.. Gan aya kn baru pemula menggunakan b-pro5 Ae 4k. Mohon petunjuk untuk pengaturan settingan vidio jika saya menggunakan di siang hari atau malam hari. Kira untuk settingan exposure dingka berapa? ?
        Terus untuk Frekuensinya di 50, 60, atau otomatis gan ??

        1. Kalo saya pribadi lebih suka otomatis atau settingan standart saja, kalopun mau diubah hanya iso saja, itupun kalo foto…kalo video kalo mampu perangkatnya ya 1080/60 fps sudah sangat bagus

Monggo Komentarnya Kangbro :