Apakah Brica Sudah Tidak Dapat Berinovasi Lagi…???

Otobalancing.net – Tidak bisa dipungkiri jika Brica merupakan salah satu produsen kamera dan action cam ternama dan terbesar di dunia termasuk di Indonesia, produknya pun juga banyak menjadi inspirasi merek lain…itu tidak bisa dipungkiri, salah satu yang sukses adalah Bpro AE-1 dan Bpro Alpha Plus dimana kedua kamera ini mempunyai harga dan kualitas yang jauh berbeda, namun kesuksesan Brica ini agak terganggu karena produk AE2 dan AE2s yang jika bisa dilihat kedua produk ini kurang sukses dipasaran karena kualitasnya tidak seperti yang diharapkan.

Tren vlogger dan motorvlogger di Indonesia termasuk viral dan sudah tentu Brica juga ingin masuk kedalamnya dengan menciptakan Bpro5 AE2s yang sudah disertai mic eksternal, namun ternyata banyak motovlogger mengeluhkan hasil suara AE2s yang dinilai bukan menjadi standart untuk pantas dipakai ngevlog…memang sih kualitas videonya bagus namun apalah guna jika tidak diimbangi dengan kualitas suara yang bagus juga.

Produk brica seharusnya mempunyai keunggulan dari segala aspek dimana dengan adanya LCD lebih memudahkan penggunanya untuk bisa langsung melihat hasil rekaman tanpa harus mengkoneksikan dahulu ke smartphone, dibanding dengan produk Xiaomi Yi, namun kelebihan tersebut justru menjadi kekurangan dari brica dimana ada 2 faktor yang diabaikan yaitu :

  1. Kualitas aplikasi brica yang cenderung sering mengalami crash atau close kamera dan lemot karena membaca file asli, bukan file bayangan yang ramah untuk smartphone.
  2. Kualitas wifi brica yang sering tidak dapat koneksi dengan smarphone, hal ini bisa dibuktikan dengan beberapa keluhan pengguna brica di beberapa grup FB brica.

Lantas apa yang seharusnya brica lakukan…???

Menciptakan produk dengan segmen tertentu namun tetap mengedepankan kualitas wajib dipenuhi, brica kudu pintar membaca segmen pasar, karena ada alasan mengapa Xiaomi Yi cenderung mendapatkan hati di konsumen ketimbang Brica meski ketiadaan LCD yang menjadi alasan beberapa konsumen lebih memilih brica…Xiaomi yi mempunyai kualitas video yang lebih baik, padahal lensa hanya 155 derajat dan brica 170 derajat, namun kesempurnaan suara yicam membuat konsumen lebih mempercayai untuk kegiatan motovlog daripada brica.

Di tulisan ini saya menulis bagaimana Bpro AE1 dan Bpro AP saya rekomendasikan (KLIK DISINI) namun dengan munculnya varian baru Bpro AE-1 versi 4K dengan sangat menyesal Bpro AE-1 daya nilai kurang cocok untuk digunakan sebagai motovlog, namun bukan berarti gak cocok untuk vlog biasa dan foto.

Dan bagaimana otobalancing menginginkan sebuah produk brica yang cocok dengan mtoovlog, antara lain :

  1. Hasil video dengan ekstensi (mp4)yang bisa dengan mudah di preview dan di download sehingga bisa dinikmati di media sosial tanpa ribet, dalam arti lain saat brica record akan juga tercipta file khusus untuk preview dan bisa diputar di smartphone tanpa ada crash program atau kesulitan saat mengkoneksikan wifi.
  2. Aplikasi yang bisa digunakan lancar untuk segala jenis smartphone dimana sampai saat ini hanya hape dengan ram besar yang terbukti baru bisa lancar.
  3. Kualitas suara dan video yang mumpuni untuk kegiatan motovlog

Last…brica kudu memahami pangsa pasar dan tidak hanya jual jual dan mengambil untung karena tidak sedikit konsumen yang menyesal setelah membeli action cam brica yang ternyata tidak sesuai dengan harapan konsumen sehingga bahkan sampai ada yang menjual kembali dan berpindah ke merek lainnya.

Gambar Gravatar
Terima kasih sudah sudi menyambangi blog sederhana ini, saran dan kritiknya untuk kemajuan blog ini kedepannya sangat kami harapkan dan apabila ada kekeliruan sebelumnya saya meminta maaf.

Monggo Komentarnya Kangbro :