Manfaat Narrow Plank Di Pelatihan Safety Riding

Diposting pada

Masbro beberapa hari yang lalu PT. Mitra Pinasthika Mulia (MPM) sebagai Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT menggelar kompetisi Safety Riding pertama kali untuk para Blogger Otomotif Jawa Timur, untuk artikelnya bisa masbro INTIP DISINI, selain pelajaran teori yang dipandu oleh instruktur MPM berskala nasional dan international, juga diajarkan secara praktek tentang 3 hal tehnik dasar Safety Riding yaitu Narrow Plank, Breaking dan Slalom.

Untuk Breaking (Pengereman) dan Slalom (Halang Rintang) rekan-rekan sudah pasti tau kegunaannya dan gak perlu saya jelaskan panjang lebar disini, namum diatara 3 tehnik ini Narrow Plank yang sering menjadi sebuah diskusi panjang oleh nitizen dan salah satu blogger.

Apa Narrow Plank tersebut…???

Sebuah tehnik safety riding dimana kita berjalan lambat di sebuah papan panjang yang panjangnya 15 meter dan lebar 30 cm.

Itu istilah singkatnya masbro, trus apa gunanya kita belajar berjalan lambat dan apa saja syaratnya bila dikatakan berhasil saat melakoni ujian ini…???

Bagi saya pribadi Narrow Plank mengajarkan saya bagaimana menyeimbangkan tubuh dan kesabaran kala mengendarai motor, bukan jago lomba jalan lambat saja masbro, saat Narrow Plank posisi kaki kudu rapat dengan body motor, lengakpnya sih kaki sebelah kanan lurus dengan rem belakang dan sebelah kiri tegak lurus dengan persneling, gampangnya kalo motor sport ya mepet sama tanki, sementara kaki tidak boleh menyentuh tanah.

Satu hal yang dihindari adalah menggunakan mesin dengan putaran tinggi, gak hanya membuat mesin akan meraung namun juga kelamaan akan merusak komponen mesin kala meraung di putaran tinggi sementara kopling masih di tahan, gak gampang masbro untuk mendapatkan waktu terlambat yang distandarkan oleh instruktur namun ya bukan hal yang gak mungkin karena memang sudah sering ada yang meraih waktu terlama yang distandartkan.

Video Motovlog Safety Riding MPM :

Awalnya mikir, nih gunanya apa sih, kok mesti repot-repot kudu jalan lambat di atas papan, jika sampeyan masih belum pernah berlatih safety riding atau baru pertama kali berlatih wajar masbro bertanya seperti itu, namun jika sampeyan terus melatih tehnik ini diluar pelatihan safety riding bersama instruktur, sampeyan akan merasakan manfaat yang bisa jadi tanpa ada sadari dengan kesadaran, karena jika berlatih terus maka akan masuk dalam insting berkendara.

Pada saat macet di kota Surabaya, meski gak separah Jakarta, skill menerobos kemacetan dengan lebih santai dan tidak terburu-buru dengan kondisi motor yang tetap dipertahankan stabil, gak hanya dikota saja sebenarnya, pokoknya pas ada macet, selain itu  sampeyan bakalan lebih memahami karakter kendaraan sampeyan, dengan melatih keseimbangan dan berjalan pelan sampeyan lebih mengetahui karakter motor sampeyan dibanding saat berkendara kencang.

Yang pasti pelajaran safety riding ini membuat skill kita makin bertambah dan bukan ugal ugalan, namun jangan terus karena sudah berlatih Safety Riding lalu merasa hebat layaknya pengendara MotoGP, karena di jalan itu semuanya bisa terjadi, mau jalan kencang atau lambat namanya musibah dan keteledoran yang berawal dari pelanggaran adalah akibat kesalahan kita sendiri, bukan kesalahan pelatih safety riding, namun paling tidak kita bisa mengetahui apa dan harusnya bagaimana safety riding itu diterapkan dijalan dengan baik dan sewajarnya.

Terima Kasih MPM telah mengajarkan kami tenang ilmu Safety Riding

Gambar Gravatar
Terima kasih sudah sudi menyambangi blog sederhana ini, saran dan kritiknya untuk kemajuan blog ini kedepannya sangat kami harapkan dan apabila ada kekeliruan sebelumnya saya meminta maaf.

4 thoughts on “Manfaat Narrow Plank Di Pelatihan Safety Riding

  1. Halo, memang ada gunanya kok. Cuma menurut saya nggak tetap sasaran bagi yang jalan suka kencang.

    Menurut saya mengendarai pelan dengan cara seperti itu nggak aman. Kalau saya dalam kondisi seperti itu ya kaki turun dua duanya. Untuk apa jalan pelan pelan harus dinaikkan di foot step kakinya?

    Akan saya jawab pakai artikel juga ya

Monggo Komentarnya Kangbro :