Rangkuman Pro Kontra Penerapan E-CCTV Online Untuk Tilang Kendaraan Dan Bentuk Surat Tegurannya

Diposting pada
ktm indonesia

Sejak diberlakukan E-CCTV oleh Dinas Perhubungan dengan Pemerintah Kota Surabaya tidak jarang bahkan banyak publik yang pesimis dengan langkah baru system tilang canggih ini, disebut mengadaptasi penerapan yang sudah ada di luar negeri, masyarakat menganggap system ini masih belum cocok diterapkan di indonesia khususnya Surabaya.

Namun masih banyak yang mendukung system ini agar ada efek jera bagi pelaku pelanggar lalu lintas, kecelakaan yang terjadi karena pelanggaran lalui lintas kerap terjadi masbro, kebanyakan disebabkan karena kelalaian dan ketidakpatuhan pengendara.

Lantas apa saja Pro dan Kontra tersebut, berikut pertanyaan dan jawaban dari beberapa masukan dari pembaca yang telah saya rangkum :

  1. Bagaimana Jika Kendaraan saya telah saya jual namun belum dibalik nama

Keluhan jika motor sudah berpindah tangan masuk dalam daftar tertinggi pertanyaan terbanyak masbro, memang seringkali dalam kasus jual beli kendaraan proses balik nama menjadi kendala, alasan paling tinggi adalah mahalnya biaya balik nama dan saat motor sudah berpindah tangan dan nama belum dibalik ke pembeli dikwatirkan jika pembeli melanggar maka surat teguran/tilang akan ditujukan kepada pihak penjual.

Hal ini disebabkan data plat nomer yang dideteksi oleh CCTV adalah data pemilik sah kendaraan tersebut, meski dalam transaksinya ada perpindah tanganan, namun di mata hukum kendaraan masih sepenuhnya milik nama penjual selama masih belum di balik namakan.

Jika keadaan ini terjadi dan jika benar surat tersebut dilayangkan ke penjual, sedangkan penjual merasa bahwa kendaraannya sudah dijual dan merasa tidak pernah melanggar karena kendaraan bukan lagi dibawa penjual, maka penjual berhak untuk mengajukan tolak teguran/tilang jika memang data tersebut tidak sesuai dengan memberikan data yang mendukung, seperti surat bukti jual beli (kwitansi, surat perjanjian, dsb).

  1. Bagaimana jika kendaraan yang saya punyai disewa oleh orang dan saya tidak tahu jika kendaraan saya melanggar.

Hal yang cukup merepotkan jika sang penyewa kendaraan gak tahu menahu jika dirinya sedang melanggar yang kemudian berimbas kepada pemilik kendaraan yang disewa, namun dalam kasus ini dimana penyewa pasti akan memberikan data sebagai identitas sekaligus jaminan sehingga jika pemilik kendaraan mengetahui dari surat teguran /tilang bahwa saat jam dan tanggal sekian mobil di sewa oleh penyewa maka pihak pemilik bisa memberikan klarifikasi data jika yang melanggar bukanlah pemilik yang tentu dengan adanya bukti yang mendukung.

Namun hal ini akan menjadi rumit jika yang meminjam adalah kerabat atau keluarga kita yang masih mempunyai hubungan baik, akan ada rasa sungkan bahkan terpaksa iklaskan daripada merusak hubungan baik dikemudian hari gara-gara kasus teguran/tilangan ini.

Namun langkah yang paling jitu, dimana masih merupakan kerabat maka diawal sudah diberitahu jika saat ini ada E-CCTV yang memantau beberapa ruas jalan Surabaya, sehingga saudara tersebut dapat lebih tertib berlalu lintas, namun bukan berarti menuduh ya masbro, dan jikalau sudah diberitahu namun ternyata masih terjadi pelanggaran maka akan lebih mudah karena sejak awal sudah diberitahu.

  1. Bagaimana jika kendaraan saya dipinjam oleh sumi atau anak bahkan anggota keluarga saya yang lain

Sebenarnya kasusnya sama seperti point 2 namun berbeda dimana point 2 antara pemilik dan penyewa, sedangkan point 3 ini lebih kepada kekeluargaan dimana sebagai orang Jawa Timuran adat sungkan masih melekat masbro.

Ya kalo sudah seperti ini ya agak sulit juga karena kembali lagi ke kesadaran masing2 individu untuk bisa lebih tertib dan lebih mentaati rambu lalu lintas saat berkendara.

  1. Program tidak akan lama jika banyak masyarakat yang tidak sreg dengan system ini

Masbro, yang namanya terobosan tentu bakalan trial n error dimana program ini mempunyai satu tujuan agar masyarakat bisa lebih tertib berlalu lintas yang kedepannya gak akan perlu lagi system seperti ini namun sudah ada kesadaran akan tertib lalu lintas, karena semuanya dimulai dari peraturan yang memunculkan pembiasaan sehingga nantinya kesadaran akan timbul dengan sendirinya dan tidak perlu lagi system yang mengatur karena sudah teratur.

Sementara masih 4 point ini masbro yang bisa saya rangkum dalam hampir ribuan pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat, mohon maaf jika ada yang kurang dan bisa sampeyan tambahkan di kolom komentar di bawah blog ini agar bisa saya update untuk part 2, sehingga tulisan ini bisa dijadikan acuan mungkin bagi pihak yang berkompeten untuk menangani system ini agar win win solution baik untuk pemerintah dan masayarakat.

Artikel Terkait :

Silahkan dibaca artikel terbaru lainnya :

Kontak Admin :
WA : 081554492800
Email : givisurabaya@gmail.com
FB Fans Page : otobalancing
Twitter : @priyo_verza
IG : otobalancing
Youtube : Verza Rider
Salam satu aspal cak….

2 thoughts on “Rangkuman Pro Kontra Penerapan E-CCTV Online Untuk Tilang Kendaraan Dan Bentuk Surat Tegurannya

  1. Saya juga pernah beli kendaraan bekas & ga pake surat perjanjian apapun.. Lah berarti klo saya ga segaja melanggar berarti kena surat tilang d antar k rmh k tgn pernah dong.. wenak tenan.. Hahaha..

Monggo Komentarnya Kangbro :