Meski sudah Meminta Maaf, Mayor Dalino harus tetap Diproses secara Hukum agar tidak seenaknya memakai Pangkat untuk Arogan

Diposting pada
ktm indonesia

wp-1484202347786

Print

Bus rosalia kaca pecah oknum tni

Entah apa yang ada difikiran Mayor Dalino ini masbro, berlagak berseragam dan berpangkat perwira seenaknya saja memecah kaca bus Rosalia, kejadian sungguh sangat memalukan TNI yang seharusnya menjadi partner dan pelindung masyarakat, kejadian ini bermula di Tol dalam Cikunir yang saat itu dalam keadaan macet, bus yang ada di jalur 1 dan mobil Toyota Fortuner milik Mayor Dalino ada di jalur darurat, di depan mobil Fortuner ada truk parkir yang sedang berhenti, dan posisi bus sudah masuk setengah badan, namun mobil milik oknum TNI Arogan ini memaksa minta jalan.

gjgp

Kemudian mobil tersebut masuk ke jalur darurat dan bermaksud menyalip bus, jalan saat itu macet, dan dia merasa bus di sampingnya tak bisa memberikan jalan, seketika Dalino marah karena merasa mobilnya disenggol oleh bus  walaupun akhirnya tak terbukti ada lecet di mobil tersebut, pemecahan kaca bus sendiri dipicu karena oknum TNI itu gedor-gedor bodi bus dengan tongkat sambil jalan pelan-pelan. Sampai di samping pintu kaca bus, dia langsung memukul kaca sampai pecah.

Baca artikel lainnya :

Sontak kejadian itu membuat penumpang dan awak bus marah dan meminta oknum TNI tersebut turun, namun gak digubris dan melarikan diri tanpa rasa bersalah sedikitpun….arogan yo masbro, oknum kayak gini gak pantas jadi pemimpin di kesatuannya, apalagi pangkatnya adalah Mayor, wes jian ra pantes masbro.

Permintaan maaf TNI Dalino

Karena kejadian ini menjadi viral di sosial media, beberapa hari kemudian Mayor Dalino meminta maaf dan siap bertanggung jawab atas perusakan kaca bus Rosalia Indah di Cikunir, meski begitu, TNI harus tetap mengusut perusakan kaca bus tersebut agar menjadi pelajaran bagi prajurit TNI lainnya agar tidak menggunakan seragamnya untuk menjadi sok kuasa, sok kuat dan sok berpangkat hingga yang lain menjadi rendah dan diremehkan.

“Memang benar ada kejadiannya, dan yang bersangkutan diproses atas pelanggarannya,” kata Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto

Monggo Komentarnya Kangbro :