Penjualan mobil di bulan Maret sedikit ngegas dibanding bulan sebelumnya. Total penjualan mencapai 93.990 unit. Dengan demikian total penjualan mobil selama tahun 2016 ini sudah mencapai 267.228 unit, beberapa mobil penjualannya ngebut. Sebut saja seperti Toyota Avanza, Honda BR-V, dan SUV Pajero Sport yang masing-masing menguasai kelasnya.

Bagaimana dengan penjualan mobil di sepanjang tahun 2016 ini, mobil apa saja yang masuk dalam 10 mobil terlaris triwulan 2016 ?

 

10. Daihatsu Xenia

Generasi teranyar dari Xenia ini tetap saja meraih kesuksesan yang baik di Tanah Air, buktinya hasil torehan pencapaian wholesalesnya selama 3 bulan ini masih bertahan di dalam 10 besar dengan angka 9.202 unit. Merupakan Low MPV kembar Astra, kehadirannya telah mengalami metamorfosis dari segi performa dengan mesin baru Dual VVT-i, desain yang kokoh dan stylish serta kenyamanan via suspensi baru plus Airbag bagi penumpang depan.

Xenia sendiri mempunyai 6 trim dengan dua pilihan mesin peminum bensin yaitu EJ-VE DOHC VVT-i 1.0L dengan 3-silinder dan 1NR-VE DOHC Dual VVT-i dengan 4-silinder 1.3L. Kedua mesin ini dapat memproduksi tenaga 63 PS dan 97 PS dengan torsi 90 Nm dan 120 Nm. Pilihan transmisinya manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan.

Lalu model mana yang paling dicari? Lebih dari sepertiga total pencapaian Xenia saat ini atau 35% nya diperoleh dari Great New Xenia tipe X yang mengusung depot tenaga berkapasitas 1.3 L dan bertransmisi manual 5-percepatan. Sebagai varian tengah dari Xenia, MPV ini sudah dilengkapi dengan peranti audio 2 DIN, sensor parkir dan kaca spion elektrik. Banderol harga dari tipe ini ialah Rp 174,65 Juta on-the road wilayah Jakarta.

9. Datsun GO Series

Setelah pencapaiannya di Januari dan Februari yang berhasil menempati posisi ke-8, namun kali ini Datsun harus mengakui keunggulan produk Suzuki. Brand otomotif yang berada satu atap dengan Nissan ini hanya mengumpulkan angka wholesales 9.444 unit hingga Maret 2016 atau tertinggal 141 unit dari Ertiga. Namun melihat sepak terjangnya yang diawali pada tahun Mei 2014 lalu, hasil rapor ini tergolong memuaskan untuk sebuah merek baru.

GO Series merupakan produk Low Cost Green Car (LCGC) Datsun yang terdiri dari GO dan GO+. Walaupun keduanya memiliki perbedaan di dimensi, bobot dan daya tampung penumpang akan tetapi jantung mekanisnya tetap sama. Mesin bensin 1.2L berkode HR12DE ini menghasilkan daya maksimum 68 PS dan torsi 104 Nm. Sayangnya, kedua seri ini hanya membenamkan transmisi manual 5-percepatan saja.

Merujuk dari data wholesales Januari-Maret, produk Datsun yang menyumbangkan persentasi terbesar ialah GO+ 1.2L High sebanyak 64%. Bila diterjemahkan, tipe High merupakan kasta tertinggi GO+ dengan pilihan T, T-Option dan T-Style. Yang membedakan varian atas LCGC berwujud MPV ini ialah Electric Power Steering, Immobilizer dan Alarm. Datsun Indonesia meniagakan GO+ tipe T mulai dari Rp 109,85 Juta on-the road Jadetabek.

8. Suzuki Ertiga

Usaha keras yang dilakukan Suzuki rupanya berbuah manis, sehingga rangkingnya berhasil mendahului GO Series. Hal ini terlihat dari pencatatan unit pada triwulan awal 2016 sebanyak 9.585 unit. Berkompetisi di segmen pasar yang ‘gemuk’, Low MPV Suzuki yang berkapasitas 7-penumpang ini mempunyai strategi tersendiri seperti penggunaan kapasitas mesin 1.4 liter, kualitas interior yang berkelas dan juga harga jual kompetitif.

Keluarga Ertiga yang dipasarkan di Indonesia oleh PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terdiri dari GA, GL, GX dan edisi teratasnya yakni Ertiga Dreza. Dibalik kap mesin semua model Ertiga, tersembunyi pabrik tenaga K14B berkekuatan 1.4L yang menghasilkan tenaga sebanyak 92 PS dan memproduksi momen puntir 130 Nm. Berkenaan dengan pemindah dayanya terdapat pilihan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.

Adapun New Ertiga GL manual yang berkontribusi banyak kali ini bagi Suzuki sebesar 52%. Serupa dengan yang terjadi pada rivalnya yang berada di urutan ke-10,varian Ertiga yang menjadi incaran konsumen adalah varian tengah. Dari segi penampilannya, GL dilengkapi dengan grill berlapis krom, lalu list krom di lampu kabut, velg alloy berukuran 15 inci dan spion lipat elektrik. Untuk harganya SIS melepasnya di Rp 199,5 on-the road Jabodetabek.

7. Honda HR-V 1.5L

Honda secara konsisten menjaga performa penjualannya selama tiga bulan terakhir, sehingga Low SUV 5-penumpang atau yang lebih dikenal sebagai crossover ini betah menduduki urutan ke-7, dengan peraihan angka wholesales sebanyak 10.980 unit. Disamping itu, HR-V menjadi satu-satunya crossover berkapasitas mesin 1.5L yang disambut hangat masyarakat sampai sekarang, meskipun kehadirannya sudah ada sejak penghujung tahun 2014 lalu.

PT Honda Prospect Motor (HPM) memang menyediakan dua varian HR-V yakni HR-V dengan i-VTEC SOHC 1.5L dan HR-V bermesin i-VTEC SOHC 1.8L. Sehingga talenta performa keduanya pun pasti berbeda, tetapi kita akan khususkan untuk yang 1.5L saja. Karena GAIKINDO mengelompokkan HR-V 1.8L di kelas berbeda yakni SUV. Tenaga maksimal yang ditawarkan mesin 1.5L ini sebanyak 120 PS dengan nilai torsi sebesar 145 Nm. Untuk mendistibusikan tenaganya, dibenamkan pemindah daya manual 6-percepatan atau transmisi otomatis berteknologi CVT.

Menariknya, justru yang paling diminati konsumen adalah varian tertingginya HR-V yakni tipe E dengan transmisi CVT. Tidak main-main jumlah prosentasenya, bahkan mendekati 70%. Karena kasta tertinggi maka kelengkapan fiturnya pun lebih banyak dari varian dibawahnya, yang belum mengenakan peranti smart entry, paddle shift dibalik lingkar kemudi, cruise control dan auto air conditioner. HPM menjual crossover ini seharga Rp 297,9 Juta.

6. Daihatsu Ayla

Inilah line-up Daihatsu kedua yang masuk ke list top-10 dan LCGC Daihatsu ini mengalami penurunan 1 tingkat dari urutan ke-5 di bulan lalu menjadi rangking 6. Dalam perjalanannya hingga Maret 2016, Ayla telah membukukan 11.593 unit atau tertinggal 224 unit dari Mobilio. Akan tetapi pada persaingan di segmen LCGC, Ayla patut dipertimbangkan karena masih tetap berdiri di urutan kedua setelah posisi puncak yang dihuni saudara kembarnya, Agya.

Mengenai variannya, Ayla terdiri dari D, M, X dan X Airbag. Untuk produsen tenaganya, Daihatsu mempercayakan mesin D26F1KR-DE 3-silinder yang berkekuatan 1.0L dengan tenaga maksimum 65 PS dan torsi 87 Nm. Meskipun jantung mekanisnya berkapasitas ‘imut’ tetapi Daihatsu sudah mengakomodasikannya dengan dua pilihan transmisi yaitu manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.

Sebanyak 46% dari varian yang diniagakan selama triwulan ini adalah Ayla paling tinggi yakni tipe X bertransmisi manual. Secara garis besar, perbedaan dengan tipe D dan M adalah tersematnya velg alloy R14, spion lipat elektris yang terintegrasi dengan lampu sein dan peranti multimedia double DIN yang bisa mengolah data CD, MP3, USB serta koneksi AUX. Perihal banderol harga tipe atas ini, Daihatsu memasarkannya mulai dari Rp 111,9 Juta.

5. Honda Mobilio

Perlahan namun pasti low MPV Honda ini mulai merangkak naik. Ya, pencapaian Mobilio saat ini berada di urutan ke-5 dengan angka 11.817 unit setelah bulan Januari di peringkat ke-9 dan Februari di posisi ke-6. Petarung terakhir yang memenuhi segmen low MPV ini tergolong perlu diantisipasi karena berhasil memikat konsumen. Apalagi setelah mengalami perubahan model dashboard. Hal ini terlihat jelas dari prestasi ‘raport’ wholesalesnya yang telah menumbangkan Xenia dan Ertiga.

Mobilio sendiri memiliki tiga varian yaitu S, E, E Prestige dan yang paling tinggi serta yang baru saja dirilis adalah RS. Beralih ke urusan jantung mekanis yang tersembunyi dibalik bonnet semua variannya adalah mesin i-VTEC berkapasitas 1.5L dengan limpahan tenaga 118 PS dan momen puntir maksimum 145 Nm. Sedangkan guna menyampaikan dayanya digunakan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis CVT.

Mengenai persentase terbesar dari tipe yang paling diminati selama tiga bulan ini adalah Mobilio E transmisi manual dengan angka 32%. Meskipun masuk kategori varian tengah dari Mobilio, akan tetapi tipe ini telah mengaplikasikan velg alloy 15 inci, lampu kabut, cover spion yang didalamnya tertanam lampu sein dan sistem alarm. Honda membanderol Mobilio tipe ini dengan harga Rp 202 Juta on the road Jakarta.

4. Toyota Agya

Bila dibandingkan dengan LCGC lainnya, Agya tidak hanya berada di puncak klasemen LCGC namun secara umum tetap bertahan di urutan ke-4 besar selama triwulan 2016 ini dengan jumlah peraihan 12.744 unit. Produk yang merupakan hasil kerjasama bersama Daihatsu ini, sejak kehadirannya pertama kali hingga saat ini tetap memuncaki persaingan kelas LCGC.

PT Toyota Astra Motor (TAM) membagi Agya menjadi 3 trim yaitu E, G dan TRD S. Lalu untuk sektor mekanis yang diusungnya adalah mesin 3-silinder 1KR 12 yang berkekuatan 1.0L DOHC. Kemampuan yang dimilikinya ialah menghadirkan tenaga 65 PS dan memproduksi torsi sebanyak 87 Nm. Nah, guna mendistribusikan tenaga tadi, Toyota memberi pilihan transmisi otomatis 4-percepatan atau manual 5-percepatan.

Bila menelisik dari data wholesales, porsi penjualan Agya terbesar adalah varian tertinggi yaitu TRD S namun versi transmisi manual. Besaran persentasenya 32% atau hampir sepertiga dari keseluruhan sales Agya selama tiga bulan. Perbedaan dengan varian lainnya adalah aerokit yang menempel di bagian bumper depan, belakang dan sideskirt plus identitas bertuliskan TRD. TAM meniagakannya secara on-the road di harga Rp 125,13 Juta.

3. Toyota Kijang Innova

Menjadi satu-satunya MPV yang masuk ke dalam daftar sejak Januari 2016 tidak membuat PT Toyota Astra Motor (TAM) lengah, terbukti angka sales yang diperolehnya hingga Maret 2016 sebanyak 16.579 unit dan tetap bertumbuh serta selalu menduduki urutan 3 besar. Menyandang nama yang melegenda di dunia otomotif Tanah Air, MPV yang diluncurkan di November 2015 ini memang sudah punya pelanggan loyalis. Ditambah lagi dengan desain eksterior, interior dan mesinnya yang naik kelas menjadikan godaan untuk mencuri perhatian konsumen menjadi lebih besar lagi.

Agar dapat menjangkau beragam segmen konsumen PT Toyota Astra Motor (TAM) membagi Kijang Innova menjadi 3 varian yaitu G, V dan Q. Dimana masing-masing varian memiliki dua pilihan jantung mekanis yakni mesin bensin 2.0L 1TR-FE DOHC 4-Silinder dan mesin diesel 2.4L 2GD FTV 4-Silinder dengan VNT Intercooler. Kompetensinya ialah menyajikan tenaga 139 PS dan 149 PS dengan torsi sebesar 183 Nm untuk bensin dan momen puntir mesin diesel mulai dari 342 Nm. Tidak ketinggalan, sistem pemindah daya yang tersedia juga ada dua yaitu transmisi otomatis 6-percepatan dan manual 5-percepatan.

Mengenai varian Kijang Innova yang paling dicari adalah varian paling standar yaitu tipe G bermesin bensin dan transmisi manual. Dengan demikian perlengkapan standar Innova sudah disematkan di varian ini seperti ABS, EBD, Airbag dan alarm. TAM menawarkan tipe ini dengan banderol harga Rp 285,4 Juta.

2. Honda BR-V

Ini dia model pamungkas Honda yang mengundang decak kagum. Bagaimana tidak, dengan perkenalan perdananya di GIIAS 2015 dan proses deliverynya mulai Januari 2016 sudah menghasilkan angka sales di setiap bulannya berada diatas angka 5.000 unit lebih. Jadi tidak heran bila triwulan 2016 bisa menempati urutan ke-2 dengan total 18.291 unit. Bermain di segmen Low SUV, BR-V jelas langsung mengusik Toyota Rush dan Daihatsu Terios.

Backbone terbaru dari PT Honda Prospect Motor (HPM) ini digolongkan kedalam tiga varian yaitu S, E dan Prestige. Dibalik bonnet semua variannya tersebut tersembunyi mesin i-VTEC yang berkekuatan 1.5L SOHC dan mampu menyemburkan tenaga 120 PS serta melontarkan torsi sebanyak 145 Nm. Nah untuk pilihan transmisinya terbagi menjadi dua yaitu sistem transmisi manual 6-percepatan atau transmisi otomatis berteknologi CVT.

Serupa dengan yang dialami HR-V 1.5L, Honda BR-V yang mencatatkan presentasi terbesar yakni 39% dari penjualan keseluruhan variannya adalah Prestige CVT. Karena merupakan varian tertinggi makanya sudah menginstalasi seluruh perangkat standar BR-V plus mendapat penyempurnaan dengan kehadiran VSA, Hill Start Assist, Shark Fin Antena, Velg Alloy 16 inci dan tailgate spoiler. Mengenai harga, HPM meniagakannya Rp 262,5 Juta.

1. Toyota Grand New Avanza

Kejutan atau tidak? Akan tetapi posisi pertama dari pencapaian wholesales selama tiga bulan terakhir ini memang tak lain dan tak bukan ditempati oleh Avanza. Low MPV Toyota ini tetap merajai ‘sales’ dengan meninggalkan jarak yang jauh dibandingkan pesaing dikelasnya. Bayangkan saja, selama triwulan awal tahun 2016 saja sudah mencetak angka 29.910 unit atau hampir 3 kali lipat dari Mobilio. Sekaligus memperkuat fakta bahwa MPV masih tetap digemari oleh masyarakat Indonesia.

PT Toyota Astra Motor (TAM) membagi Avanza jadi tiga varian yaitu E, G dan edisi yang paling tinggi yaitu Veloz. Berkenaan dengan depot tenaganya, Toyota memberi dua pilihan kapasitas depot tenaganya yaitu mesin 4-Silinder Dual VVT-i 1.3L dan 1.5L yang sanggup memproduksi tenaga 96,5 PS dan 104 PS dengan torsi 120 Nm dan 136 Nm. Mengenai pemindah dayanya terdapat transmisi manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan.

Lalu varian apa yang paling besar peminatnya?

Mendekati 40% dari total pencapaian Avanza triwulan ini adalah dari Grand New Avanza varian tengah yaitu tipe G berkapasitas mesin 1.3 L dan bertransmisi manual 5-percepatan. Low MPV terlaris ini sudah dilengkapi dengan peranti audio 2 DIN dengan koneksi USB, Bluetooth, iPod dan AUX, panel dashboard berkelir coklat dan garnish silver di area tombol power window. Perihal banderol harganya dari Avanza tipe ini seharga Rp 202,3 Juta.

Sumber : gaikindo.net 

Artikel terkait :

Silahkan Komentar Di Bawah Ini